Selasa, 15 Maret 2022. Matahari terbit tanda awal hari yang sangat seru bagi murid SMP dan SMA SRIT. Hari ini, kami akan pergi ke Chihiro Art Museum yang terletak di Kota Nerima, Tokyo.
Pada pukul 09.00, murid-murid berkumpul di aula sambil menunggu yang lainnya. Ada yang bermain voli, ada yang main game, ada yang sibuk sendiri, ada juga yang ngobrol. Beberapa murid datang membawa kamera demi mengabadikan momen istimewa ini. Setelah seluruh murid SMP dan SMA datang, kami berbaris sesuai kelas. Setiap kelas dipimpin oleh anggota OSIS inti yang berbeda-beda: Kelas 7 dipimpin oleh Mevia, kelas 8 dipimpin oleh Sheila dan Fira, kelas 9 dipimpin oleh Maiza dan kelas 10 dipimpin oleh Shiera dan Lin. Kemudian, kami pun mulai berjalan keluar dari SRIT, dengan kelas 7 di urutan paling depan dilanjut dengan kelas 8, 9, 10 di belakangnya. Karena terhambat lampu merah, terkadang barisan kami terpisah menjadi 2 cabang, kemudian menjadi satu lagi.
Kami berkumpul di Stasiun Meguro untuk naik kereta Yamanote Line mengarah jarum jam ke stasiun Takadanobaba. Suasana di stasiun seperti pada hari kerja biasa di Jepang; ramai, tetapi tidak terlalu padat. Sebelum naik kereta, bagi yang saldo kartu Suica-nya sudah sedikit tentunya mengisi ulang terlebih dahulu. Setelah beberapa menit menunggu di peron, tibalah kereta yang akan kita naik. Karena keretanya cukup ramai, kami berpencar ke beberapa gerbong. Hanya beberapa dari kami yang mendapat tempat duduk.
Setelah beberapa menit, kami tiba di stasiun Takadanobaba. Disini lumayan sepi, namun kami harus segera pindah ke peron Seibu Line. Kami naik kereta Seibu Shinjuku Line jurusan Tamagawajosui dengan tipe seri New 2000 ke stasiun Iogi. Kereta ini sudah beroperasi semenjak tahun 1989 loh!
Setiba di stasiun Iogi, kami singgah di taman setempat yang jaraknya tidak terlalu jauh dari stasiun tersebut untuk rehat sejenak serta makan siang. Taman ini mirip dengan Taman Rinshinomori yang terletak di dekat SRIT loh! Ada banyak pohon sakura dan rumput yang asri nan hijau. Banyak anak-anak yang bermain disana. Tiap kelas pun berlomba-lomba mengambil posisi, ada di dekat kebun bunga, ada di meja, ada di dekat bangku, ada juga yang dekat pintu keluar. Tikar pun digelar di rerumputan yang hijau ditemani oleh beberapa pohon Sakura. Para siswa-siswi bersenda gurau sambil menyantap makan siang. Setelah istirahat selesai, kami pun melanjutkan perjalanan kami sesuai urutan baris.


Setelah beberapa menit berjalan kaki, tiba pula kami di Chihiro Art Museum. Bu Susi, Pak Rahmat serta Mevia memasuki museum terlebih dahulu untuk mengambil pamflet untuk dibagikan ke siswa-siswi. Rupanya, museum ini terdiri dari 2 lantai. Exhibit Room 1, 3 dan 4 ada di lantai 1. Para murid berpencar ke Exhibit Room 1 dan 3. Banyak karya-karya terkenal misalnya The Very Hungry Caterpillar dan lain-lain. Para siswa-siswi SRIT sangat tertarik terhadap lukisan-lukisan ini. Ada yang melihatnya dari dekat, ada juga yang mendiskusikan lukisannya bersama teman-temannya. Setelah puas melihat karya-karya Chihiro Iwasaki di lantai 1, kami naik ke lantai 2. Kami memasuki Exhibit Room 2 hanya untuk melihat lebih banyak lagi karya-karya yang menakjubkan oleh Chihiro Iwasaki. Seusai dari Exhibit Room, kami ke perpustakaan. Disana banyak sekali buku anak-anak yang menarik, baik dalam Bahasa Inggris maupun Bahasa Jepang. Beberapa murid yang sudah selesai membaca buku pun berpindah ke playroom/ruang bermain. Tentunya, kami mengembalikan buku yang telah dibaca ke tempatnya masing-masing. Di playroom tersedia mainan anak-anak yang terlihat sederhana namun memeras otak.


Setelah dari lantai 2, kami turun ke lantai 1 hanya untuk menemukan bahwa exhibit room 4 belum kami jelajahi karena exhibit room tersebut terletak di pojokan. Sama seperti exhibit room lainnya, ruangan itu dipenuhi oleh karya-karya yang sangat menarik disana. Setelah melihat-lihat karya-karya Chihiro Iwasaki, sekarang kami ke kantornya Chihiro Iwasaki. Ya, di dekat exhibit room 4 terletak Chihiro’s Atelier dimana itu adalah replika kantor Chihiro Iwasaki yang membuat sebagian besar karya-karya di museum ini. Kemudian, kami pergi ke toko cendera mata yang terletak di dekat pintu masuk museum. Di toko tersebut ada bermacam-macam suvenir Chihiro Iwasaki seperti kartu pos, magnet, mainan kayu, alat-alat menggambar/melukis, poster, kaos, hingga mug dan banyak lagi. Namun, Yang paling memikat mata para murid SRIT adalah bermacam-macam lukisan Chihiro Iwasaki yang berbentuk kartu pos. Banyak sekali yang membeli kartu-kartu pos tersebut.
sungguh menakjubkan yaa
BalasHapussitus aman pelspieco.com