Minggu, 19 Juni 2022

Kunjungan ke Chuhiro Art Museum

,
Mengunjungi Chihiro Art Museum


Selasa, 15 Maret 2022. Matahari terbit tanda awal hari yang sangat seru bagi murid SMP dan SMA SRIT. Hari ini, kami akan pergi ke Chihiro Art Museum yang terletak di Kota Nerima, Tokyo.



Pada pukul 09.00, murid-murid berkumpul di aula sambil menunggu yang lainnya. Ada yang bermain voli, ada yang main game, ada yang sibuk sendiri, ada juga yang ngobrol. Beberapa murid datang membawa kamera demi mengabadikan momen istimewa ini. Setelah seluruh murid SMP dan SMA datang, kami berbaris sesuai kelas. Setiap kelas dipimpin oleh anggota OSIS inti yang berbeda-beda: Kelas 7 dipimpin oleh Mevia, kelas 8 dipimpin oleh Sheila dan Fira, kelas 9 dipimpin oleh Maiza dan kelas 10 dipimpin oleh Shiera dan Lin. Kemudian, kami pun mulai berjalan keluar dari SRIT, dengan kelas 7 di urutan paling depan dilanjut dengan kelas 8, 9, 10 di belakangnya. Karena terhambat lampu merah, terkadang barisan kami terpisah menjadi 2 cabang, kemudian menjadi satu lagi. 


Kami berkumpul di Stasiun Meguro untuk naik kereta Yamanote Line mengarah jarum jam ke stasiun Takadanobaba. Suasana di stasiun seperti pada hari kerja biasa di Jepang; ramai, tetapi tidak terlalu padat. Sebelum naik kereta, bagi yang saldo kartu Suica-nya sudah sedikit tentunya mengisi ulang terlebih dahulu. Setelah beberapa menit menunggu di peron, tibalah kereta yang akan kita naik. Karena keretanya cukup ramai, kami berpencar ke beberapa gerbong. Hanya beberapa dari kami yang mendapat tempat duduk. 


Setelah beberapa menit, kami tiba di stasiun Takadanobaba. Disini lumayan sepi, namun kami harus segera pindah ke peron Seibu Line. Kami naik kereta Seibu Shinjuku Line jurusan Tamagawajosui dengan tipe seri New 2000 ke stasiun Iogi. Kereta ini sudah beroperasi semenjak tahun 1989 loh! 



Setiba di stasiun Iogi, kami singgah di taman setempat yang jaraknya tidak terlalu jauh dari stasiun tersebut untuk rehat sejenak serta makan siang. Taman ini mirip dengan Taman Rinshinomori yang terletak di dekat SRIT loh! Ada banyak pohon sakura dan rumput yang asri nan hijau. Banyak anak-anak yang bermain disana. Tiap kelas pun berlomba-lomba mengambil posisi, ada di dekat kebun bunga, ada di meja, ada di dekat bangku, ada juga yang dekat pintu keluar. Tikar pun digelar di rerumputan yang hijau ditemani oleh beberapa pohon Sakura. Para siswa-siswi bersenda gurau sambil menyantap makan siang. Setelah istirahat selesai, kami pun melanjutkan perjalanan kami sesuai urutan baris.


Setelah beberapa menit berjalan kaki, tiba pula kami di Chihiro Art Museum. Bu Susi, Pak Rahmat serta Mevia memasuki museum terlebih dahulu untuk mengambil pamflet untuk dibagikan ke siswa-siswi. Rupanya, museum ini terdiri dari 2 lantai. Exhibit Room 1, 3 dan 4 ada di lantai 1. Para murid berpencar ke Exhibit Room 1 dan 3. Banyak karya-karya terkenal misalnya The Very Hungry Caterpillar dan lain-lain. Para siswa-siswi SRIT sangat tertarik terhadap lukisan-lukisan ini. Ada yang melihatnya dari dekat, ada juga yang mendiskusikan lukisannya bersama teman-temannya. Setelah puas melihat karya-karya Chihiro Iwasaki di lantai 1, kami naik ke lantai 2. Kami memasuki Exhibit Room 2 hanya untuk melihat lebih banyak lagi karya-karya yang menakjubkan oleh Chihiro Iwasaki. Seusai dari Exhibit Room, kami ke perpustakaan. Disana banyak sekali buku anak-anak yang menarik, baik dalam Bahasa Inggris maupun Bahasa Jepang. Beberapa murid yang sudah selesai membaca buku pun berpindah ke playroom/ruang bermain. Tentunya, kami mengembalikan buku yang telah dibaca ke tempatnya masing-masing. Di playroom tersedia mainan anak-anak yang terlihat sederhana namun memeras otak.



Setelah dari lantai 2, kami turun ke lantai 1 hanya untuk menemukan bahwa exhibit room 4 belum kami jelajahi karena exhibit room tersebut terletak di pojokan. Sama seperti exhibit room lainnya, ruangan itu dipenuhi oleh karya-karya yang sangat menarik disana. Setelah melihat-lihat karya-karya Chihiro Iwasaki, sekarang kami ke kantornya Chihiro Iwasaki. Ya, di dekat exhibit room 4 terletak Chihiro’s Atelier dimana itu adalah replika kantor Chihiro Iwasaki yang membuat sebagian besar karya-karya di museum ini. Kemudian, kami pergi ke toko cendera mata yang terletak di dekat pintu masuk museum. Di toko tersebut ada bermacam-macam suvenir Chihiro Iwasaki seperti kartu pos, magnet, mainan kayu, alat-alat menggambar/melukis, poster, kaos, hingga mug dan banyak lagi. Namun, Yang paling memikat mata para murid SRIT adalah bermacam-macam lukisan Chihiro Iwasaki yang berbentuk kartu pos. Banyak sekali yang membeli kartu-kartu pos tersebut. 


Selagi beberapa murid membeli oleh-oleh, ada beberapa yang kembali ke exhibit room untuk melihat-lihat kembali lukisan-lukisan. Ada pula yang bersantai-santai di halaman yang terpapar sinar mentari hangat. Setelah semuanya puas, kami pun beranjak dari kursi dan bersiap-siap untuk pulang. Eits, tentunya kami tidak lupa untuk foto-foto di depan museum ini dong. 



Langkah demi langkah, kami semakin menjauh dari museum. Sekarang, kami sedang berjalan ke arah stasiun Kami-Igusa untuk kembali ke rumah masing-masing. Sesampainya di Stasiun Kami-Igusa, beberapa murid mengisi ulang saldo kartu Suica-nya yang menipis, agar dapat digunakan untuk naik kereta. Setibanya di peron, ternyata ada vending machine yang menjual es krim dan minuman. Beberapa murid pun segera merogoh sakunya untuk mengambil koin. Sambil menunggu, para murid melakukan kegiatan yang berbeda-beda: Ada yang melihat-lihat kereta yang lewat, ada yang makan es krim, ada juga yang meneguk minumannya dan ngobrol bersama temannya. Setelah kereta tersebut tiba, kami pun naik kereta Shinjuku Line untuk kembali ke stasiun Takadanobaba.  Setelah sampai di stasiun Takadanobaba, beberapa murid langsung transfer ke jurusan kereta yang arah ke rumahnya, dan sebagian besar transfer ke Yamanote Line. Ada yang turun di stasiun yang di dekat rumah mereka, dan sebagian turun di Stasiun Meguro. Hari ini pun menjadi salah satu hari yang sangat menyenangkan bagi siswa-siswi SRIT, di antara ratusan hari-hari yang seru selama kami bersekolah di SRIT. 



(Penulis: Ichiro, Foto: Kanda, Shakila)





Read more →

Kamis, 19 Mei 2022

Kunjungan Ke SD Koyamadai

,

Kunjungan Ke SD Koyamadai



Pada tanggal 18 Januari 2022, Sekolah republik Indonesia Tokyo bersama SD koyamadai melangsung kan acara pertukaran budaya antara budaya yang biasanya di lakukan oleh disekolah Indonesia dan budaya yang biasanya di lakukan di sekolah Jepang.
Read more →

Rabu, 18 Mei 2022

Kunjungan ketua DPRD Meguro

,

Kunjungan DPRD Meguro ke SRIT



Tokyo, 13 Januari 2022 – Meguro City Council (MCC) atau DPRD Meguro berkunjung ke SRIT untuk melihat serta mempelajari budaya Indonesia. Acara ini dihadiri oleh Dubes RI untuk Tokyo dan para staf KBRI Tokyo, dan juga ketua dan anggota DPRD Meguro. 


Acara dibuka oleh sepatah dua patah kata oleh Pak Saidan dan Dubes RI, dilanjut dengan pengenalan tentang Indonesia. Beragam budaya, agama serta makanan tradisional Indonesia diperkenalkan melalui sebuah presentasi PowerPoint oleh Bu Rika. Pihak Meguro City Council juga memperkenalkan kantor Meguro City Setiap anggota MCC yang hadir saat itu juga memperkenalkan dirinya masing-masing. Setelah itu, program berikutnya adalah Workshop Bahasa Indonesia yang dipimpin oleh Bu Rina dan Bu Lizsa. Bu Rina dan Bu Lizsa membimbing cara mengeja huruf alfabet Bahasa Indonesia, kosakata dasar, salam, lagu Indonesia, dll. Kemudian kami bersama-sama menyanyikan lagu 'Rasa Sayange'


Setelah belajar Bahasa Indonesia, sekarang adalah waktunya Tim Angklung SRIT untuk tampil. Setiap pemain angklung laki-laki menggunakan baju kebaya berwarna merah yang dipadu dengan bendo dan sarung, sedangkan para pemain angklung perempuan serta guru-guru yang bermain angklung menggunakan baju daerah sesuai tempat kelahiran mereka. Saat maju ke panggung, para pemain angklung memperkenalkan diri serta baju daerah yang dipakai terlebih dahulu. Tim Angklung SRIT memainkan lagu Sakura, Suwe Ora Jamu dan Tokecang yang membuat bulu kuduk para penonton berdiri dan mengundang applause yang riuh. Usai tampil, para pemain angklung meminjamkan satu angklung kepada setiap anggota MCC yang hadir. Bu Arie dan kami semua mengarahkan para anggota MCC cara memegang angklung dan cara memainkannya. Setelah mendapatkan sebuah angklung di genggaman tangannya, para anggota MCC memainkan lagu "Heal The World" yang dibimbing oleh Bu Arie. Acara Angklung workshop pun diakhiri dengan tepuk tangan yang meriah.


Setelah workshop Angklung, Pak Dubes RI didampingi Bu Nuning  menjelaskan baju daerah yang dipakai para pemain angklung. Beliau menjelaskan mulai dari asal-usulnya, aksesorisnya, pembuatan serta variasinya. Usai pengenalan baju daerah, kami berlanjut ke sesi foto-foto, penutupan, dan acara makan-makan beragam kuliner khas Indonesia bersama anggota Meguro City Council.






Read more →

Kamis, 03 Februari 2022

Meguro English Speech Contest

,

Meguro English Speech Contest



Sabtu (20/11/2022), Sekolah Republik Indonesia Tokyo menjadi tuan rumah Meguro Junior High School English Speech Contest. Tahun ini merupakan kesempatan pertama Meguro City Council memilih SRIT sebagai tuan rumah perlombaan pidato tersebut. Sebagai tuan rumah, kami memanfaatkan kesempatan ini untuk cultural exchange juga dong! Sekolah kami telah mengerahkan 2 perwakilan untuk menyampaikan pidato, yaitu Radifan Hafidz Wibisono dari kelas 8 SMP dan Ichiro Alnair Susetio dari kelas 7 SMP. Kontestan lainnya merupakan perwakilan dari sekolah mereka masing-masing, yaitu Haruka Shiratsuchi dan Yukino Fujita dari Nippon Institute of Technology Komaba, Aya Bettink dan Koharu Kawakami dari Meguro 8th Junior High School, Reiko Ishiwada dari Meguro Higashiyama Junior High School. Jadi total ada 7 kontestan. Sedangkan, juri-juri yang akan menentukan jawaranya, ada 3 orang yaitu Thom Peace, Fred McNeely, dan Kiichi Sugawara. Pembawa acara pada kesempatan kali ini ada 2 MC dari SMA SRIT, yaitu Laura dan Mevia. 



Pada sekitar pukul 12.30 JST, para staff dari Meguro City Council serta para juri telah tiba di aula SRIT, guna mempersiapkan acara utama kita. Pada pukul 13.00 JST, para tamu-tamu dan kontestan memasuki aula dan mendaftar. Setengah jam kemudian, pembukaan dimulai. Para juri memperkenalkan dirinya masing-masing menggunakan Bahasa Inggris. Beberapa tamu spesial juga datang ke acara ini, yakni Wali Kota Meguro yaitu Eiji Aoki, Pengawas Badan Pendidikan Meguro, Yoshitaka Sekine dan Kanako Kobayashi, Ketua Meguro City Assembly, Yasuhiro Onose serta Wakil Kepala Perwakilan RI Tokyo yaitu Tri Purnajaya. Beberapa saat kemudian, acara utama dimulai. 


Pidato pertama adalah dari Haruka Shiratsuchi, yang berjudul “My Memorable Thing” 


Berikutnya adalah Radifan, salah satu perwakilan kita dari SRIT berpidato tentang “My Dream” yaitu adalah cita-citanya sebagai pemain bola di liga besar yang lebih hebat dari Cristiano Ronaldo dan Lionel Messi. Ia mengungkapkan bahwa idolanya adalah Cristiano Ronaldo serta Muhammad Salah, dan juga cita-citanya agar bisa bermain di Liverpool FC dan mengharumkan nama negaranya dan membuat anak-anak di Indonesia terinspirasi oleh dirinya. 


Kemudian, acara dilanjutkan dengan pidato berjudul “The Woman Whom I Respect” yang disampaikan oleh Aya Bettink. Dia merupakan juara di Speech Contest sebelumnya. 


Selanjutnya adalah pidato bertajuk “Tea Ceremony” oleh Reiko Ishiwada. Setelah itu, Koharu Kawakami berpidato tentang “An Unexpected Gift”



Terakhir, adalah dari perwakilan SRIT yang kedua yaitu Ichiro. Pidatonya berjudul “Space Exploration and Beyond”. Ia menceritakan tentang perkembangan teknologi yang sangat pesat, manusia-manusia pertama yang menjejakkan kakinya di antariksa, diantaranya yaitu Yuri Gagarin dan Neil Armstrong, nama-nama yang kalian pasti pernah dengar. Ia pun juga menceritakan tentang 6 robot-robot yang menjelajahi Mars. 

Setelah semua kontestan ini berpidato, ketiga juri memberikan pendapat serta komentarnya terhadap pidato masing-masing kontestan. Setelah itu, para juri pergi ke sebuah ruang untuk mendiskusikan siapa yang berhak mendapatkan juara Best Content, Best English, dan Best Delivery.

Sambil menunggu para juri, hadirin-hadirin serta kontestan dihibur dengan penampilan Bulan Bahasa SMA kelas 2 Bahasa Jepang 2020 (sekarang mereka sudah SMA kelas 3) 


Setelah itu para juri kembali ke aula dan mengumumkan 3 juara perlombaan pidato.  Rupanya, salah satu perwakilan kita, yaitu Ichiro Alnair Susetio memenangkan juara Best Delivery!




Kemudian, semua orang turun ke bawah untuk cultural exchange.

Setiap hadirin, juri dan para kontestan diberi satu angklung dan belajar bermain angklung bersama Tim Angklung SRIT yang dipimpin oleh Bu Arie. Mereka bermain lagu “Heal the world”, “Suwe Ora Jamu”, dan “Sakura'' dll. Setelah itu giliran salah satu juri perlombaan, yaitu Thom Peace memperkenalkan budaya dari negerinya yaitu mengelompokkan orang-orang berdasarkan hewan favorit atau bulan kelahiran. Semua orang berkelompok runut dari yang lahir pada bulan Januari, hingga bulan Desember. Kemudian, semuanya disuguhkan cemilan serta minuman-minuman pelepas dahaga sembari berbincang-bincang. Para kontestan dan Tim Angklung pun sempat pergi ke ruang musik untuk melihat beberapa kontestan serta salah satu perwakilan kita yaitu Ichiro dan MC kita yaitu Laura bermain piano. Mereka bermain beragam lagu klasik hingga lagu YOASOBI. Kemudian, para kontestan berlanjut menikmati cemilan dan minuman sembari bercakap-cakap hingga matahari terbenam. Kemudian, setiap kontestan serta hadirin-hadirin kembali ke rumahnya masing-masing, membawa oleh-oleh suatu pengalaman yang tidak dapat terlupakan. 






Read more →

Senin, 10 Januari 2022

Bulan Bahasa 2021

,

Bulan Bahasa 2021



Acara yang telah dinanti-nanti sudah datang. Bulan Bahasa. Berjam-jam, berhari-hari, berminggu-minggu kerja keras akhirnya terbayar dengan perasaan lega serta keramaian bersama sorak-sorai para siswa-siswa dan wali murid dan pemirsa lainnya ketika menonton penampilan dari TK sampai dengan kelas 12 SMA baik secara langsung maupun melalui YouTube. Oh iya, acara Bulan Bahasa tahun ini diadakan secara langsung di aula SRIT loh!  Namun, tidak semua penampilan diadakan secara langsung di panggung, ada juga yang melalui pemutaran video/video playback. Meskipun begitu, tentunya kami juga tunduk kepada protokol kesehatan dong, demi berkurangnya penyebaran virus COVID-19. Kami juga menayangkan acara Bulan Bahasa ini di YouTube agar teman-teman bisa menonton meskipun tidak dapat hadir di SRIT. Kami juga sudah mengupload penampilan-penampilan Bulan Bahasa satu per satu loh! Cek channel YouTube SRIT melalui tautan dibawah ini ya!



https://www.youtube.com/c/SRITokyo


17 November 2021. Pengurus-pengurus OSIS sudah sibuk mempersiapkan hari istimewa ini sejak pagi. Acara dibuka pada jam 09.00 JST (07.00 WIB)  oleh ketiga MC yang membawa acara dengan 3 bahasa, yaitu Harits sebagai MC Bahasa Indonesia, Maiza sebagai MC Bahasa Inggris, Naomi sebagai MC Bahasa Jepang. Semua pemirsa sudah duduk di kursi yang sudah disediakan. Seperti biasa, acara dimulai dengan menyanyikan lagu kebangsaan kita, Indonesia Raya, kemudian pembacaan doa oleh Pak Fata serta sambutan dari Pak Saidan selaku kepala sekolah SRIT disambung dengan sepatah dua patah kata dari Ketua Komite Sekolah yaitu Pak Sonny, dan juga dari Atase Pendidikan dan Kebudayaan (Atdikbud) yaitu Pak Yusli. Setelah itu, kita berlanjut ke sesi foto bersama. Oh iya, Bu Kanako Kobayashi juga datang ke SRIT untuk menonton Bulan Bahasa kali ini loh! Beliau adalah anggota DPR Meguro.


Penampilan Bulan Bahasa pertama adalah dari SD kelas 1 s/d 6 secara offline. Mereka menyanyikan lagu “Berkibarlah Benderaku” di panggung dengan ayunan bendera Indonesia di setiap genggaman tangan kanan mereka, juga menyanyikan “Yamko Rambe Yamko”, dan “Dari Mata Sang Garuda” dengan deru langkah kaki mereka dipadu dengan gerakan yang sangat keren. 





Setelah itu, kita berpindah ke penampilan kelas 1 SD melalui pemutaran video. Mereka menampilkan nyanyian lagu “Niji” yang didampingi oleh gerakan mereka yang menggemaskan. Berikutnya adalah penampilan kelas 2 SD Bahasa Jepang secara pemutaran video. Mereka menyanyikan lagu “Sekaijuu No Kodomotachi”. Lalu, kelas 3 melanjutkan acara ini dengan menyanyikan lagu Jepang “Kodomo Sanka” dengan metode pemutaran video juga. Penampilan mereka sangat kompak, meskipun siswanya cukup banyak. 


Setelah itu, kita berpindah lagi ke panggung yang sesungguhnya. Sekarang adalah penampilan TK Bahasa Inggris yang imut nan lucu! Mereka menyanyikan lagu “The Other Day I Met A Bear”, lagu yang cukup terkenal di kalangan anak-anak. Berikutnya adalah penampilan Bahasa Jepang dari tingkat yang masih sama, yaitu TK! Mereka menyanyikan lagu “Chiisana Sekai”. Lagu ini tersedia dalam berbagai bahasa selain bahasa Jepang, termasuk bahasa Inggris, Cantonese, Spanish, Italian, French,  dan Swedish. 


Setelah penampilan-penampilan tersebut, kita break serta snack time sebentar. Lampu-lampu telah dihidupkan kembali, para wali murid serta siswa-siswi berbincang-bincang sambil menyantap snack yang telah disiapkan oleh pihak sekolah. Pada kali ini sekolah menyediakan kue dan tortilla, yang disukai oleh siswa-siswa SRIT. 


***


Break pertama telah selesai. Sekarang kita kembali ke acara yang utamanya. Penampilan berikutnya adalah kelas 3 dan 4 SD Bahasa Inggris, dilanjut dengan penampilan kelas 5 dan 6 SD Bahasa Inggris juga Penampilan kedua kelas tersebut digabung menjadi 1. Mengapa demikian? Yang tahu jawabannya, coba tuliskan di kolom komentar! 


Kelas 3 dan 4 menampilkan sebuah lagu yang berjudul “Funky Monkey” yang disertai oleh gerakan joget yang lucu, mulai dari goyang ke kiri, ke kanan, lompat, dan lain-lain. Sedangkan untuk kelas 5 dan 6, mereka menyanyikan lagu bertajuk “From Your Seat”. Pantesan mereka bernyanyi sambil duduk 😂😂😂. Setelah itu, kita kembali ke adik-adik TK Bahasa Indonesia. Mereka menampilkan lagu “Kicir-Kicir” diiringi video mereka yang lucu. Oh iya, penampilan yang ini melalui pemutaran video Mereka menggunakan berbagai baju daerah Indonesia. Berikutnya adalah kelas 1 Bahasa Inggris. Mereka menyanyikan lagu “I’m So Happy” dengan joget dan gerakan yang sangat ekspresif. 



Kemudian, kelas 2 SD kembali ke panggung dengan nyanyian lagu “Body Boogie”. Yang membuat penampilan ini unik adalah mereka menggunakan mainan inflatable guitars, jadi mereka seperti konser rock/heavy metal. Meskipun siswanya hanya 4, penampilan mereka cukup meriah. Selanjutnya adalah SD Kelas 4 Bahasa Jepang menyanyikan lagu “Minna Tomodachi”. Mungkin lagunya agak familiar ya, bagi yang pernah bersekolah di sekolah Jepang. Sama seperti kelas 2 SD, meskipun siswanya sedikit mereka tetap bersemangat dan telah menyampaikan penampilan yang spektakuler. Berikutnya adalah kelas 5 SD Bahasa Jepang. Mereka menyanyikan lagu yang cukup terkenal di kalangan penggemar kartun genre Anime, yaitu “Silhouette, lagu opening Naruto. Tenang saja, lagu ini tidak akan hanya diputar sekali saja di Bulan Bahasa 2021 ini. Penampilan yang menegangkan ini dilanjutkan dengan penampilan kelas 6 yang juga menggunakan lagu anime, yaitu “Hagushichao” dari anime Doraemon. 


Setelah penampilan-penampilan yang menakjubkan dari TK dan SD menggunakan tiga bahasa, ada bagusnya kita sedikit rehat. Ya, sekarang waktunya break kedua. Bagi yang muslim dapat salat berjamaah di masjid, sedangkan yang lainnya dapat santai-santai di aula, berbincang-bincang, makan-makan. 


***


ISHOMA/Break kedua telah selesai. Waktunya untuk penampilan SMP dan SMA! Yang pertama tampil adalah kelas 8 SMP Bahasa Inggris yang menampilkan drama secara langsung di panggung. Kelas 8 menampilkan sandiwara tentang sekelompok ilmuwan yang berniat untuk mengakhiri kelaparan dunia. Mereka berusaha melakukan beberapa eksperimen biji-bijian yang kelak akan dibagikan kepada yang membutuhkannya, tetapi di antara ilmuwan-ilmuwan tersebut ada ilmuwan jahat, apa yang akan mereka lakukan? 



Setelah penampilan sandiwara yang mengagumkan ini, berikutnya adalah kelas 12 SMA Bahasa Jepang. Sebagai yang paling senior di sekolah ini, video editing serta cinematography video mereka sangat keren, dan juga didampingi dengan lagu bertajuk “Peace Sign”, yang merupakan lagu opening anime “My Hero Academia” (banyak banget nih yang pake lagu anime 😂). Berikutnya, adalah penampilan kelas 11 SMA Bahasa Jepang, dalam bentuk video juga. Mereka menyanyikan lagu “For The First Time In Forever” yang pernah ditampilkan di film “Frozen” buatan Disney, namun karena ini penampilan Bahasa Jepang jadi kelas 11 menyanyikan yang versi Jepangnya, yaitu “Umarete Hajimete”. 


Selanjutnya, kita pindah lagi ke panggung. Kelas 10 Bahasa Inggris menampilkan drama yang cukup menarik. Uniknya, mereka menampilkan kisah Indonesia, yaitu “Kartini” menggunakan Bahasa Inggris. Ceritanya tentang Kartini yang ingin sekali menuntut ilmu ke luar negeri, namun ayahnya melarang Kartini belajar karena dia seorang perempuan. Namun, ada tamu tak terduga dari Belanda. Mereka mengajak Kartini untuk pindah ke Belanda dan belajar. Bagaimana reaksi ayah Kartini? 



Setelah drama tentang Kartini yang berakhir, berikutnya kita pindah ke video. Sekarang penampilan kelas 7 SMP Bahasa Indonesia. Mereka membacakan puisi tentang Sumpah Pemuda. Sebagai kelas SMP yang paling junior, penampilan mereka cukup bagus.


Berikutnya adalah kelas 9 SMP Bahasa Indonesia. Mereka menampilkan musikalisasi puisi “Pahlawan Tanpa Tanda Jasa” dengan irama lagu daerah Soleram. Beberapa siswa kelas 9 ada yang mengikuti secara PJJ Pembelajaran Jarak Jauh, dan mereka bahkan merekam video mereka sendiri di lokasi mereka masing-masing meskipun tidak dapat merekamnya bersama teman-teman sekelasnya yang hadir langsung di SRIT. 


Sekarang, kita balik lagi ke panggung. Penampilan kelas 7 SMP Bahasa Inggris adalah yang berikutnya di daftar. Drama mereka menjelaskan tentang seorang ayah bernama Josh Latte yang memiliki utang yang sampai sekarang belum dilunaskan terhadap bosnya, yaitu Mr. Cappuccino yang kejam. Ditambah lagi, anaknya yaitu Harry merupakan anak nakal yang tidak bisa mendengarkan ibunya. Ibunya pun bekerja keras agar keluarga ini bisa tetap berdiri tegak. Namun, Josh Latte tetap berusaha dan pantang menyerah. Apakah utang tersebut bisa dilunaskan? Atau apakah keluarga Latte akan mengalami masa depan yang gelap?


Berikutnya adalah kelas 8 SMP Bahasa Jepang melalui pemutaran video. Mereka menyanyikan lagu yang sudah pernah ditampilkan di Bulan Bahasa kali ini pada sesi sebelumnya, coba tebak lagu apa? Silahkan tulis jawabannya di kolom komentar ya! Penampilan kelas 8 sangat riuh, diiringi banyak tepuk tangan, di beberapa bagian. 


Setelah penampilan tadi, dilanjutkan oleh kelas 10 SMA Bahasa Jepang dengan keramaian yang sama. Bahkan, Hano sebagai editor untuk video Bulan Bahasa Jepang kelas 10 SMA menambahkan beberapa unsur komedi yang memicu tawa para pemirsa. Oh iya, mereka menyanyikan lagu “Tada Kimi Ni Hare”.


Setelah itu adalah kelas 11 SMA Bahasa Inggris. Mereka menampilkan drama tentang seorang gadis bernama Ro yang tinggal di pulau terpencil. Antonio tengah berlayar dengan kapalnya dan sampai di pulau tersebut. Antonio menyangka tidak ada siapa-siapa di pulau itu, tapi dia kaget karena tiba-tiba Ro datang. Mereka berdua saling memperkenalkan diri sendiri, kemudian Antonio mengajak Ro untuk ikut kembali ke kerajaannya, namun ekspektasi tidak sesuai dengan realita di dalam kerajaan tersebut. Antonio ditunangkan dengan Putri Luciana. Ro pun kecewa. Dia keluar dari tempat itu. Tetapi, Putri Luciana juga sudah jatuh cinta ke orang lain, namun ibunya yaitu Ratu Ariana memaksakan Putri Luciana untuk menikahi Antonio. Ratu Ariana khawatir Ro akan menghancurkan rencananya, alhasil Ratu Ariana meminta tolong kepada Ratu Danielle untuk memajukan pernikahan dan menyingkirkan Ro. Ratu Ariana pun mencoba untuk membuat Ro sakit hati. Rupanya, Ratu Ariana ingin anaknya menikahi Pangeran Antonio agar Ratu Ariana bisa menguasai kerajaan. Bagaimana dengan Ro? Apakah rencana Ratu Ariana berhasil? 



Kita kembali lagi ke video. Sekarang waktunya untuk kelas 2 SMP Bahasa Indonesia! Mereka menampilkan musikalisasi puisi berjudul “Pahlawanku” yang mereka buat sendiri, dengan irama lagu “Rasa Sayange”. Penampilan mereka disertai video slow-motion/gerakan lambat mereka menggunakan baju kebaya merah sembari melakukan berbagai aktivitas. 


Masih di bagian Bahasa Indonesia dan juga masih di pemutaran video, berikutnya adalah kelas 12 SMA. Mereka membacakan puisi “Gugur Bunga”, yang kemudian dilanjutkan dengan menyanyikan lagu “Gugur Bunga” bait ketiga dan keempat. 


Setelah itu, kelas 3 SMP menampilkan drama Bahasa Inggris di panggung. Sandiwara mereka bercerita tentang seorang karyawan bernama Kanda yang jatuh miskin usai dipecat dari perusahaan ia bekerja. Ia pun berusaha meminjam uang kepada teman-temannya, yaitu Zuhdi, Bintang, . Sayangnya, semua teman-temannya menolak. Tetapi tiba-tiba, Isam, yaitu salah satu teman Kanda, mengalami musibah. Dibalik cerita yang menyedihkan ini, kelas 9 SMP menambahkan beberapa unsur komedi untuk membuat para pemirsa tertawa. Apakah Isam selamat, dan apakah Kanda berhasil mendapat pinjaman uang?


Masih tetap di kelas yang sama, sekarang adalah penampilan Kelas 3 SMP Bahasa Jepang. Mereka menyanyikan lagu “365 Hi No Kamihikouki” dengan video murid-murid kelas tersebut dari beberapa tahun lalu melakukan berbagai aktivitas misalnya makan bersama-sama, bermain musik, bahkan berguling di jalanan. Penampilan tersebut diakhiri dengan keempat murid kelas 3 SMP (yang bukan PJJ) menulis di kertas dan melipat kertas tersebut sehingga menjadi pesawat kertas (Bahasa Jepang pesawat = hikouki). 


Berikutnya adalah penampilan kelas 7 SMP Bahasa Jepang. Mereka menyanyikan lagu “Paprika”, yang merupakan salah satu lagu untuk Tokyo 2020 Olympics. Penampilan ini disisipi dengan kata-kata perpisahan untuk salah satu siswa kelas 7, yaitu Nathan. Dia akan kembali ke Tanah Air 2 hari setelah penampilan Bulan Bahasa ini.


Kita kembali ke panggung. Sekarang waktunya untuk kelas paling senior, kelas 12 SMA Bahasa Inggris! Penampilan mereka termasuk salah satu yang paling mantap di Bulan Bahasa kali ini. Mereka menampilkan drama berjudul Reverie, berlatar di tahun 1962 (mungkin referensi ke tahun ketika SRIT didirikan, yaitu juga 1962) tentang seorang perawat bernama Ayu. Suatu hari, ia mendapatkan surat dari ibunya yang menyatakan neneknya sakit dan butuh dirawat selagi ibunya bekerja di luar kota. Ayu ditemani oleh temannya yang bernama Citra. Tiba-tiba, ada gempa dan Ayu terjatuh. Semua disekitarnya berubah. Sewaktu di tempatnya, Ayu terjatuh dikarenakan adanya gempa dan semua di sekitarnya berubah. Ternyata, dia berpindah ke desa di abad ke-18. Ia bertemu dengan seorang Pangeran bernama Kusmawan. Ternyata, desa itu sedang terjangkit oleh wabah. Ia ditugasi oleh ketua desa untuk mencari obat yang mampu menghilangkan virus di desa itu. Sebagai perawat, Ayu juga mempunyai tanggung jawab untuk membantu. Bersama dengan perawat lainnya, Ayu berhasil membuat vaksin untuk virus itu. Namun, vaksin itu di sabotase oleh dua orang perawat yang tidak menyukai Ayu dan Pangeran Kusmawan. Nah, sekarang adalah adegan yang paling seru dari penampilan mereka. Kelas 12 SMA menampilkan adegan dansa ala countryside. Sungguh ikonis dari kelas yang paling senior. Pastikan kalian tonton gerakan mereka yang artistik dan elok di video drama Bahasa Inggris kelas 12 ya! Tetapi, bagaimana dengan desa yang terkena wabah? Apa nasib mereka? 


Kita kembali lagi ke pemutaran video. Sekarang, adalah penampilan dari kelas 10 SMA Bahasa Indonesia. Mereka menampilkan musikalisasi puisi “Ibuku Pahlawanku”.  Mereka menambahkan video-video mereka saat kecil, bersama dengan orangtua dan keluarga mereka. Berikutnya adalah kelas 11 SMA Bahasa Indonesia. Mereka juga menampilkan musikalisasi puisi berjudul “Halu”. Yang kalian mungkin sadari, adalah penampilan Bahasa Indonesia SMP cenderung memiliki vibes tentang kepahlawanan dengan intonasi ceria, sedangkan penampilan Bahasa Indonesia lebih ke arah menyentuh hati dan heart-wrenching disertai intonasi sedih. 


Tidak terasa, penampilan tadi merupakan penampilan Bulan Bahasa yang terakhir untuk tahun ini. Jika kalian ingin mengetahui bagaimana kelanjutan kisah-kisah drama Bahasa Inggris SMP-SMA, tengok channel YouTube kami ya! 



Penulis: Ichiro, Kanda

Foto: Shakila




Read more →

Rabu, 01 Desember 2021

KUNJUNGAN SISWA SMA INTERNASIONAL KANTO-TOKYO JEPANG

,
KUNJUNGAN SISWA SMA INTERNASIONAL KANTO-TOKYO JEPANG 

Tokyo, 30 November 2021 --- Ditemani sinar matahari yang cerah namun udara sejuk di awal musim dingin di Tokyo pada hari Selasa tanggal 30 November 2021, sebanyak 16 siswa kelas 12 SMA Internasional Kanto Tokyo dengan didampingi 2 guru yaitu Ibu Tini Kodrat guru Bahasa Indonesia dan Mr. Masatoshi Kaneda guru bahasa Inggris mengadakan kunjungan persahabatan ke Sekolah Republik Indonesia Tokyo (SRIT). Rombongan siswa jurusan bahasa Indonesia SMA Internasional Kanto yang hadir dalam rangka silaturahmi, ramah tamah dan praktek bercakap-cakap dengan Bahasa Indonesia tersebut disambut dan diterima oleh seluruh siswa kelas 12 SRIT didampingi para guru yaitu Ibu Rina PDK, Ibu Rika Meliasari, bapak Tofan Adi Prasetyo dan kepala sekolah bapak Saidan.


Bertempat di aula SRIT, acara persahabatan siswa kelas 12 antar sekolah yang dimulai tepat pukul 11.00 sampai dengan pukul 14.00 diisi dengan berbagai kegiatan yang menarik, meriah dan akrab diantaranya sambutan selamat datang dari kepala sekolah bapak Saidan, perkenalan guru pembimbing dan pendamping yang hadir, perkenalan siswa dari dua sekolah, bermain dan bernyayi bersama lagu Rasa Sayange dan permainan Switch Kertas, Batu dan Gunting. Setelah itu saat jam ishoma (istirahat, sholat dan makan) di SRIT, anak-anak SMA Kanto berkesempatan untuk menyaksikan berbagai aktifitas siswa SRIT saat istirahat yaitu melihat warga SRIT ibadah sholat dhuhur di Masjid Indonesia Tokyo (MIT) dan makan bersama di kantin Balai Indonesia lantai 1. Setelah kegiatan makan bersama, siswa kelas 12 dari dua sekolah kembali ke Aula SRIT untuk mengadakan pertandingan olah raga persahabatan Bola Basket dengan wasit bapak Akrim Said, guru olah raga SRIT.


Pada sambutan pengantar singkat dalam bahasa Indonesia dan bahasa Inggris yang diterjemahkan ke dalam bahasa Jepang oleh Ibu Tini Kodrat, kepala sekolah Saidan menyampaikan ucapan selamat datang di kampus SRIT, selamat beramah-tamah, silaturahmi dan menjalin persahabatan dengan siswa-siswi SRIT. "SRIT dan SMA Kanto adalah saudara dan tetangga yang sama-sama dianggap sebagai sekolah Internasional oleh Kementerian Pendidikan Jepang" kata pak Saidan. "Menjalin komunikasi, silaturahmi dan persahabatan antara siswa antar sekolah dan antar bangsa sangat penting untuk masa depan dunia yang damai dan sejahtera." tambahnya. Sedangkan ibu Tini Kodrat selaku wakil dari SMA Internasional Kanto Tokyo dalam sambutan balasan menyampaikan terima kasih atas diterimanya rombongan persahabatan siswa dan kesesempatan anak-anak untuk praktek bahasa Indonesia dan memeperoleh pengalaman mempelajari sistem pendidikan Indonesia dan komunitas pembelajaran di SRIT.


Sementara itu Atase Pendidikan dan Kebudayaan KBRI Tokyo, Prof. Yusli Wardiatno saat dihubungi secara terpisah menyampaikan dukungan dan apresiasi atas kegiatan kunjungan persahabatan antara siswa kelas 12 SMA Internasional Kanto Tokyo dengan siswa-siswi SRIT. " SRIT berdiri di tengah tengah metropolitan Tokyo Jepang dengan komunitas Internasional yang kental, maka sangat relevan dan tepat apabila KBRI Tokyo selalu mendorong SRIT untuk memberikan kesempatan dan media bagi siswa untuk saling menjalin persahabatan dan pertukaran seni budaya dan nilai-nilai universal warga dunia." kata Prof. Yusli. Kegiatan kunjungan persahabatan siswa antar dua sekolah hari ini ditutup dengan membuat pagar betis saat menghantar siswa-siswi dan rombongan SMA Internasional Kano keluar dari aula SRIT sambil menyanyikan lagu Sayonara diiringi dengan senyum, sapa, salam, sopan dan santun, setelah sebelumnya diserahkan kenang-kenangan dari sekolah tamu dan ucapan terima kasih dari sekolah tuan rumah.




 

    




Read more →
Diberdayakan oleh Blogger.

Featured Post

SEKOLAH REPUBLIK INDONESIA TOKYO

東京インドネシア共和国学校 Tokyo Indonesian School     Hi guys! Salam kenal dari OSIS SRIT! Sebelumnya mumun ("mimin" mainstream ...